Bila UAI Berhujah

Beberapa minggu ni, semua orang sibuk membicarakan pasal politik. Di facebook, twitter, ofis, kedai kopi dan mana-mana saje kite pergi, semua orang sibuk membicarakan pasal politik. Masing-masing nak tunjuk parti die adalah yang the best, yang betul. Malah kalau bukak tv, tiada lagi isu rogol, rompak,  bencana alam, tapi dari kul 8 hingga kul 9, hanya isu politik yang dipertontonkan. Masing-masing salah menyalah antara satu sama lain. Masing-masing membuka aib orang len. Masing-masing berebut-rebut untuk menjadi pemimpin. 

Malah ada rakyat yang bergaduh sesama sendri semata-mata mempertahankan parti masing-masing, walhal orang-orang di atas semua tersnym riang melihat rakyat jelata bertelagah. Mereka boleh makan n minum semeja walau berlainan parti. 

Hakikatnya, cuba lihat keadaan kehidupan masyarakat. Semuanya resah gelisah dengan ketidak tentuan ekonomi. Sejujurnya walau sesiapa yang menang, kehidupan RAKYAT sama macam itu juga. Harga barang tetap begitu juga. Resah gelisah rakyat tetap begitu juga. Setiap bulan duit gaji habis bayar hutang. Belum sampai hujung bulan, poket dah kering. 

“Kiamat tak akan terjadi sebelum kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, maka berkatalah batu dan pohon itu: “Hai muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku. Kemarilah, bunuh dia!,”. Kecuali pohon Gharqad*, karena dia adalah pohon Yahudi.”
“Takkan terjadi kiamat sehingga ada dua pasukan besar berperang. Pertempuran terjadi di antara keduanya sedemikian sengitnya. Padahal pengakuan masing-masing sama. (HR. Bukhari)
Kita tak perlu melatah jika kalah, sbb Allah takkan tanya kita menang atau tak, tapi adakah kita memperjuangkan agama Allah . (pinjam kata-kata UAI)

Comments

Popular posts from this blog

Tips 10,000 Langkah Sehari

resipi Daging Black Pepper

Resepi Kek Coklat Moist Anis