PENGEMIS BUTA DAN RASULULLAH SAW


Walaupun Rasulullah SAW telah tiada, namun Rasulullah SAW telah tinggalkan kepada kita dua perkara iaitu Al-Qur'an dan Sunnah beliau. Selagi mana kita berpegang teguh kepada dua perkara tersebut in sya Allah kita akan selamat dunia akhirat. 

“Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama mana kamu berpegang dengan kedua-duanya, iaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” (HR Malik bin Anas dalam al-Muwattha' - no: 1619)


Dan selagi nyawa masih dikandung badan dan selagi masih ada ruang, marilah sama-sama kita mencari keampunan Nya. Dan marilah kita sama-sama mencontohi akhlah Rasullullah SAW. Walaupun kita bukan maksum tapi sekurang-kurangnya kita cuba untuk mencontohi akhlak beliau. Semoga Allah mengizinkan kita untuk mendapat shafaat baginda di akhirat kelak. 


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, 

"Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong,dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan  hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,  "Siapakah kamu?" 
Abubakar RA menjawab,"Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak  susah mulut ini mengunyah.Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,  tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia"

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA  saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Comments

Popular posts from this blog

Tips 10,000 Langkah Sehari

resipi Daging Black Pepper

Resepi Kek Coklat Moist Anis